Mendaki Gunung
Friday, June 8, 20180 Comments
Mendaki Gunung

Mendaki Gunung

  • Eka Awaludin

  • A dreamer who trying to loves writing and blogwalking. Man of nature. The wrong man in the wrong time. Going with the flow. Penggemar CSS dan HTML.
Nafasku terengah-engah memikul berat tas ransel itu, sebuah tas ransel gunung yang isinya persediaan makanan dan minuman untuk beberapa hari ke depan di puncak gunung. Waktu itu aku memakai sepatu sepak bola karena tidak punya sepatu khusus untuk naik gunung.

Satu Hari Sebelumnya
Pagi-pagi sekali aku di antar ibuku pergi ke pasar membeli persediaan untuk naik gunung. Aku sedikit bingung apa yang akan di bawa karena Ini adalah pertama kalinya aku akan naik gunung.
Siang nya aku dan teman-temanku berangkat dengan sebuah mobil pick-up bak terbuka, waktu itu kami memutuskan untuk naik ke gunung Ciremai berlima, teman-temanku semua berpengalaman dan sudah berkali-kali naik gunung Ciremai. Aku memakai celana kargo dan kaos berlengan pendek berwana biru, sementara jaket aku simpan di dalam tas ransel. Kami tiba di kaki gunung Ciremai dan kamipun mulai mendaki. Belum juga jauh perjalanan tiba-tiba aku merasa pusing, aku sempat akan pulang dan tidak akan melanjutkan perjalanan tapi teman ku menyarankan agar aku makan roti dan minum air putih agar stamina ku kembali. Akupun bisa melanjutkan perjalanan.
Di perjalanan aku sempat gantian ransel dengan temanku, dia baik sekali mau membawakan ranselku yang berat. Setelah sekian lama mendaki kami sampai di pos terakhir, hari sudah malam kamipun memutuskan berkemah di situ.
Besoknya kami sampai di puncak gunung Ciremai, suatu kebanggaan tersendiri bisa menjejakan kaki di puncak gunung tertinggi di Jawa Barat itu. Kami berkemah satu hari dan satu malam karena ingin melihat matahari terbit dari puncak Ciremai.
Setelah melihat matahari terbit kamipun berkemas dan pulang.
No comments :

Post a Comment