Search This Blog

Fenomena Aurora

  • Thursday, July 12, 2018 at 12:03:00 PM
  • 0 Comments
  • Views
Penjelasan Ilmiah
Aurora merupakan fenomena alam yang terjadi bagian kutub Utara dan juga kutub selatan. Secara ilmiah, aurora terjadi saat medan magnet bumi bertabrakkan dengan udara yang mengalir dari matahari. Gesekan itu menyebabkan perpindahan energi yang menghasilkan belahan bumi utara bersinar, tepatnya di sekitar kutub. Aurora memiliki kombinasi warna kuning, pink, merah, biru, ungu, hijau.
Fenomena Aurora

Macam-macam Aurora
Aurora sendiri hanya terdiri dari dua macam, yaitu aurora yang terjadi dikutub utara dan aurora yang terjadi di kutub selatan :
  • Aurora Borealis
    Aurora Borealis adalah aurora yang terjadi di kutub utara. Borealis sendiri merupakan bahasa yunani dari angin utara. Aurora berealis dapat dilihat didaerah arktik dimana meliputi negara Utara Kanada, Alaska, Rusia, dan Skandinavia.
  • Aurora Australis
    Seperti namanya, aurora ini sering terjadi di belahan bumi selatan. Maka tak heran namanya seperti negara didekat kutub selatan yaitu Australia. Selain itu, aurora jenis ini juga pernah terjadi digunung tertinggi di Indonesia. Pada aurora Australis mendapatkan namanya yang disesuaikan dengan dewa fajar Romawi, Aurora, yang juga merupakan kata Latin untuk fajar. Kemudian Australis berasal dari bahasa Latin yang berarti Selatan, sedangkan Aurora Australis secara harfiah berarti fajar, atau cahaya selatan.
Aurora sendiri seringkali terlihat didaerah atas pegunungan tropis, namun aurora jenis ini sangat jarang terjadi.
Baru-baru ini ditemukan bahwa ternyata aurora tidak hanya terdapat dibumi, namun di planet lain juga terdeksi memiliki fenomena alam ini. Bahkan hal ini sangat wajar terjadi diplanet-planet yang berada di galaksi Bima Sakti. Salah satunya yaitu aurora yang terdeteksi di Planet Jupiter. Bahkan aurora diplanet ini 100 kali lebih terang daripada yang ada dibumi.
Selain itu, bahkan di planet asing lain diperkirakan ada yang mencapai 100 ribu kali lebih terang dari pada aurora yang berada dibumi. Namun hal tesebut sangat sulit dideteksi karena sangat banyak planet-planet di Galaksi serta sangat jauhnya jarak planet-planet tersebut.
No comments
No comments

Post a Comment