Pengalaman Membuat Isometric Art Dengan Blender

  • Diterbitkan pada
  • February 26, 2020
  • Diposkan oleh
  • Eka Awaludin
Lokasi: Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Indonesia
Halo manteman, di postingan kali ini saya akan sedikit flashback dan bercerita pengalaman saya di dunia 3D modeling. Jadi awalnya beberapa hari yang lalu saya gak sengaja liat postingan iklan tentang tutorial membuat animasi di Facebook. Kemudian saya jadi teringat masa-masa gabut saya (sekarang juga masih 😅) setelah berhenti kerja di Jakarta beberapa tahun yang lalu, hari-hari saya di habiskan dengan belajar membuat 3D model di aplikasi Blender.
Blender adalah software 3D gratis dan open source yang digunakan untuk membuat film animasi, efek visual, seni, 3D printing, motion graphic, aplikasi 3D interaktif, dan game. Bisa di bayangkan kan walaupun gratis aplikasi ini hebat bisa buat apa aja.

Belajar Isometric Art

Kebetulan dulu saya belajarnya learning by doing, jadi saya melihat tutorial sambil mempraktekan ilmunya dan alhamdulillah dengan susah payah saya bisa sedikit demi sedikit membuat model dan scene sederhana untuk membuat Isometric Art.
Tunggu dulu, apa itu Isometric? Oke saya jelasin dulu apa itu Isometric. Istilah "isometric" berasal dari bahasa Yunani yang mempunyai arti "ukuran yang sama", dengan kata lain Isometric menunjukkan setiap sisi objek dengan sudut proyeksi yang sama, biasanya 30 derajat dari garis horizontal. Saya suka menggunakan Near-Isometric Projection maka sudut proyeksi nya 26.56 dari garis horizontal. Isometric digunakan agar setiap sisi objek bisa terlihat (sisi kiri, kanan dan atas).
Sudut proyeksi Isometric saya di Blender

Membuat Diorama

Pertama yang saya lakukan adalah mencari inspirasi tentang scene apa yang cocok buat saya dan tidak terlalu susah membuatnya. Setelah beberapa lama saya keliling akhirnya memutuskan membuat diaorama camping di tengah hutan di tepi sungai. Karena saya hanya perlu membuat objek kotak kemudian membuat 1 pohon yang kemudian nanti akan di duplikat, dan tenda. Jujur yang paling susah adalah membuat sungai dan kelokan nya, di Blender saya tidak bisa menemukan tutorialnya dan akhirnya saya menggunakan software yang bernama Milkshape untuk membuatnya. 😅
Setelah itu menambahkan material untuk setiap objeknya, disini saya hanya memakai material warna saja. Karena ceritanya siang hari di scene ini saya juga menambahkan sumber cahaya yaitu cahaya Matahari.

Mengatur Sudut Isometric & Kamera

Setelah selesai membuat diorama langkah selanjutnya adalah mengatur sudut Isometric untuk kamera di Blender. Langkahnya cukup gampang manteman.
  1. Pertama di menu 3D Viewport pilih tab, View › Front.
  2. Kemudian, View › Navigation › Orbit Up. Lakukan ini dua kali.
  3. Lalu, View › Navigation › Orbit Left. Yang ini tiga kali.
  4. Aktifkan mode Orthographic, View › Persp/Otho.
Tampilan Orthographic view
  1. Kamu bisa zoom out atau zoom in dengan Mouse scroll.
  2. Setelah semuanya pas kita aktifkan view to camera dengan memencet CTRL + ALT + 0.
Setelah tahap ini kita tinggal render aja. Saya sarankan menggunakan Cycles Render dengan setingan default dulu, kalau belum puas bisa mempelajari dan nyari tutorialnya tentang pengaturan render lainnya di Blender.
Semoga bermanfaat dan jadi inspirasi.
Click to Expand