Freemasonry di Indonesia

  • Diterbitkan pada
  • May 20, 2020
  • Diposkan oleh
  • Eka Awaludin
Pada dasarnya di sekolah kita sudah belajar tentang sejarah agama di Nusantara dalam pelajaran sejarah. Bagaimana kita di ajarkan lewat peninggalan sejarah bahwa masyarakat Nusantara ini dulunya adalah para penganut agama Hindu dan Budha. Pada abad ke 7 atau sekitar tahun 601 masehi datanglah para saudagar Arab dan Persia mengenalkan agama islam dan berdirilah banyak kerajaan Islam di Nusantara. Kemudian datang bangsa Eropa dengan semangat Gold, Gospel & Glory membawa pengaruh Kristen ke Nusantara.

First Impression Saya Tentang Freemasonry

Oke, intronya tentang sejarah agama Nusantara. Maksudnya adalah supaya kita bijak dalam menyikapi hal yang agak sensitif ini. Kenapa saya membahas agama dulu karena di luar sana banyak yang mengaitkan Freemason sebagai kelompok penentang agama, di tambah kelompok persaudaraan ini berasal dari wilayah yang kental akan agama Kristen, yaitu Eropa dan mungkin saja ada yang mengira kalau Freemason itu ada kaitan nya dengan agama Kristen. Dulu saya juga mengira jika Freemason itu adalah kelompok aliran sesat di agama Kristen, namun setelah saya telusuri lebih jauh ternyata saya salah. Kelompok ini bukan merupakan kelompok agama dan tidak berdasarkan pada teologi apapun. Tujuan utamanya adalah membangun persaudaraan dan pengertian bersama akan kebebasan berpikir dengan standar moral yang tinggi. Fremason sendiri menghargai anggotanya yang mempunyai kepercayaan agama apapun, dan dalam filosofinya menghormati Tuhan sebagai sang pencipta.

Sejarah Terbentuknya Freemason

Banyak teori dan dugaan kapan kelompok persaudaraan ini dibentuk. Salah satunya yang akan saya utarakan kali ini. Dulu Freemason adalah kelompok orang-orang yang mencintai ilmu pengetahuan. Di jaman itu ilmu pengetahuan adalah hal yang tabu oleh kalangan beragama karena di anggap sesat. Dan orang-orang yang ilmu pengetahuan nya tinggi akan di anggap sesat kemudian dibunuh sehingga banyak yang mempelajari ilmu pengetahuan secara sembunyi-sembunyi.
Simbol Freemason
Simbol Freemason adalah penggaris dan jangka, itu adalah alat yang di gunakan oleh arsitek. Di masa itu ilmu arsitektur adalah ilmu yang sangat diminati dan pendiri Freemason sendiri adalah para arsitek yang menyukai ilmu pengetahuan. Kata mason berasal dari bahasa Prancis, macon, yang artinya "tukang batu". Freemason sendiri adalah simbolisasi dari pengertian pekerja keras yang mempunyai kebebasan berpikir.
Menurut dokumen dan jejak arkeologi membuktikan mereka sudah ada sebelum 1717. Mereka mengajak orang-orang berpikiran sama dalam persaudaraan di seluruh dunia yang melampaui segala perbedaan atas nama kemanusiaan.

Kenapa Saya Tertarik Dengan Freemason?

Selain karena existensi mereka yang agak misterius, banyak sekali teori konspirasi dan hal-hal ikonik yang melibatkan kelompok Freemason yang tentunya sangat membuat saya penasaran.

Freemasonry di Indonesia

Di Indonesia, Freemason tercatat telah ada sejak tahun 1736. Pembawanya adalah seorang Belanda bernama Jacobus Cornelis Mattheus. Bukti peninggalan sejarah mengenai Freemason memang tercecer, lantaran Presiden Soekarno melarang keras perkembangannya. Terlebih ketika kependudukan Jepang di Indonesia, keberadaan aktivitas Freemason sempat pasif lantaran koalisi Negeri Matahari Terbit yakni Jerman juga menentang keras ideologi tersebut. Pada masa presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Keppres tentang pelarangan Freemasonry tersebut dicabut dan diganti dengan Keppres baru.

Jejak Freemasonry di Indonesia

Simbol Freemason dan The Eye of Providence

Simbol ini sangat jelas menggambarkan Freemason. Simbol ini terdapat disebuah prasasti di Museum Prasasti di jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat. Prasasti tersebut milik Lodewyk Schneider.
Salah satu lambang Freemasonry di Museum Prasasti di di Jalan Tanah Abang No. 1, Jakarta Pusat. Pict by Wisnu Agung Prasetyo (beritagar.id)
Di atas simbol Freemason tersebut merupakan simbol Eye of Providence (Mata Ilahi atau mata Tuhan yang melihat segala), merupakan simbol sebuah mata yang dikelilingi oleh pancaran cahaya dan biasanya dikelilingi segitiga. Simbol ini sering dimaknai sebagai perlambang mata Tuhan yang mengawasi umat manusia.
Eye of Providence di pecahan 1$ Amerika
Pada masa modern penggambaran simbol ini yang paling terkenal terdapat di bagian belakang uang kertas satu dolar Amerika Serikat.

Bundaran Hotel Indonesia

Bundaran Hotel Indonesia sudah diketahui banyak pihak menyimpan pesan dari kelompok persaudaraan Freemason. Simbol tersebut disisipkan dalam arsitektur Bundaran HI yang menyerupai Mata Horus (salah satu dewa dalam mitologi Mesir kuno yang juga mengilhami Freemason).
Bundaran HI mirip simbol Eye of Horus yang mengilhami Freemason
Bundaran HI adalah lokasi yang sering di gunakan massa untuk berdemonstrasi. Selain menjadi pusat kebangkitan semangat demokrasi, Bundaran HI menjadi lokasi mata dunia memandang perkembangan demokrasi di Indonesia.
Mata Horus yang dijadikan simbol punya makna kebangkitan. Sebab dalam mitologinya, Mata Horus digunakan untuk membangkitkan Osiris (ayah Horus) yang dibunuh Seth (dewa gurun) dalam sebuah peperangan.

Institut Teknologi Bandung (Technische Hogeschool)

Technische Hogeschool (THS). Image by ayobandung.com
Inisiator utama dari pendirian Technische Hogeschool (THS) yang kini menjadi Institut Teknologi Bandung adalah seorang anggota Freemason asal Belanda bernama Jan Willem Ijzerman.
Ijzerman lebih dikenal sebagai insinyur industri minyak serta merupakan pendiri sekaligus direktur dari Muara Enim yang menjadi cikal bakal dari perusahaan Koninklijke Olie (kini Shell).

Conclusion

Hmm bagaimana, menarik sekali bukan. 🤔 Ada yang bilang mereka adalah kelompok yang ada di balik layar setiap kejadian besar dunia. Yang pasti Freemason masih ada hingga sekarang dan menurut peneliti, Freemasonry adalah organisasi kemasyarakatan yang bergerak di dalam bidang kemanusiaan.
Sumber: lokadata.id, wikipedia.org, ayobandung.com
Click to Expand