Menyongsong Era Kendaraan Bertenaga Listrik

  • Diterbitkan pada
  • May 23, 2020
  • Diposkan oleh
  • Eka Awaludin
Dari motor listrik buatan dalam negeri Gesits sampai pesawat terbang yang mengelilingi dunia menggunakan tenaga matahari yaitu Solar Impulse 2 telah memberikan sinyal bahwa kita sedang menyongsong era baru transportasi yang lebih modern dan ramah lingkungan. Teknologi kendaraan bertenaga listrik ini sedang di kembangkan dan terus di sempurnakan. Kendaraan Bertenaga Listrik (KBL) atau Electric Vehicle (EV) adalah solusi untuk menekan dampak kerusakan lingkungan akibat polusi.

Sejarah Kendaraan Bertenaga Listrik di Dunia

Keberadaan kendaraan listrik di luar negeri terutama di Eropa dan Amerika bukanlah sesuatu yang baru. Sejak abad ke 18 banyak ilmuwan dan inovator dari Hungaria, Belanda dan Amerika yang mulai berfokus dengan konsep kendaraan bertenaga baterai dan menciptakan beberapa mobil listrik dalam skala yang kecil. Sebut saja Robert Anderson yang mengembangkan sebuah kendaraan roda tiga yang menggunakan baterai listrik sebagai penggeraknya di tahun 1832. Temuan milik Anderson ini dianggap sebagai mobil tenaga listrik pertama di dunia. Kemudian model mobil modern pertama yang mengusung mobil tenaga listrik dibuat oleh Karl Benz pada tahun 1885.
Sedangkan model pesawat bertenaga listrik telah diterbangkan sejak 1970-an. Robert Boucher adalah orang pertama yang memelopori penggunaan listrik untuk model pesawat. Pada awal 1970 dia bekerja sama dengan Defense Advanced Research Projects Agency, membangun sepasang pesawat bertenaga surya tanpa pilot.

Sejarah Kendaraan Bertenaga Listrik di Indonesia

Indonesia sendiri mulai menaruh perhatian terhadap kendaraan bertenaga listrik sejak tahun 2012. Pada tahun itu, Ricky Elson, seorang pemuda Indonesia yang berbakat di bidang listrik, berhasil membuat mobil listrik yang diberi nama Selo. Tak heran, Ricky disebut sebagai Pelopor Mobil Listrik Nasional. Ia memamerkan hasil karyanya dalam KTT APEC di Bali pada tahun 2013.
Selo di IIMS 2014 (suara.com)
Kehadiran kendaraan bertenaga listrik di Tanah Air sendiri tengah menjadi perbincangan hangat, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan, pada 5 Agustus 2019.

Gesits Motor Listrik Buatan Anak Negeri

Nama Gesits adalah akronim dari Garansindo Electric Scooter ITS. Seperti namanya, motor listrik ini adalah hasil kolaborasi antara Garansindo, distributor merek-merek otomotif luar negeri, dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Di kembangkan dari tahun 2014 dan sekarang di tahun 2020 kabarnya mulai di produksi bahkan telah di pesan borongan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan mulai terlihat wara-wiri di jalanan Jakarta.
Penampakan motor listrik Gesits (gesits.co.id)
Dalam situs resminya, motor ini mampu mencapai jarak 50 km untuk single baterai, dan 100 km untuk penggunaan dua baterai. PT Gesits Technologies Indo (GTI) merilis harga resmi motor listrik nasional Gesits di IIMS 2019. Motor rakitan anak negeri ini dibanderol Rp 24 jutaan off the road.

Tesla Yang Hype

Tesla Inc. yang sebelumnya bernama Tesla Motors, adalah sebuah pabrikan mobil-listrik asal Amerika yang sangat terkenal di era milenial ini. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2003 oleh pengusaha Amerika Martin Eberhard dan Marc Tarpenning dan dinamai menurut penemu berdarah Serbia Amerika, Nikola Tesla.
Semenjak model mobil sport bertenaga listrik Tesla Roadster diperkenalkan oleh Tesla pada tahun 2001, banyak negara-negara di dunia yang mulai mendukung penggunaan mobil tenaga listrik yang ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Tesla Roadster (wikimedia.org)
Elon Musk menjadi CEO Tesla pada 2010 setelah Eberhard dan Tarpenning mengundurkan diri. Tesla berkembang pesat di bawah kendali Elon Musk.
Puncaknya pada November 2019 Tesla meluncurkan mobil yang terkenal seantero jagat, yaitu Tesla Cybertruck. Walaupun belum diproduksi masal dan harus pre-order untuk membelinya namun mobil ini sangat menyedot perhatian publik pada peluncuran nya karena desain dan fitur nya yang unik. Bayangkan saja, truk ini diklaim anti peluru loh.
Tesla Cybertruck (tesla.com)

TransJakarta Menggunakan Bus Listrik

TransJakarta sudah melakukan uji coba bus listrik yang berasal dari China, BYD. Uji coba itu dilakukan sepanjang periode Mei-Juni dan bulan Agustus 2019.
Bus listrik TransJakarta dari BYD di JI Expo Kemayoran (kompas.com)
TransJakarta telah menguji bus listrik BYD buatan China, di kawasan wisata dan jalan raya. Rencananya TransJakarta juga akan menguji coba bus listrik buatan Swedia yaitu Scania.

Solar Impulse 2 Mengelilingi Dunia

Solar Impulse adalah pesawat terbang eksperimental dan juga nama proyek dari kedua pesawat yang telah dibuat. Solar Impulse diinisiasi oleh dua pria berkebangsaan Swiss, André Borschberg dan Bertrand Piccard. Solar Impulse adalah pesawat berkursi satu bertenaga surya. Saat ini ada dua buah pesawat Solar Impulse yang telah dibuat.

Solar Impulse 1

Solar Impulse 1 berhasil terbang dengan hanya menggunakan tenaga surya dari Swiss ke Spanyol lalu ke Maroko pada tahun 2012.
Selanjutnya, Solar Impulse 1 berhasil terbang melintasi beberapa kota di Amerika Serikat pada tahun 2013.
Solar Impulse 1 di John F. Kennedy International Airport, New York, pada 14 July 2013. (wikiwand.com)

Solar Impulse 2

Pesawat kedua dinamai Solar Impulse 2. Pada bulan Maret 2015, André Borschberg dan Bertrand Piccard memulai percobaan penerbangan keliling dunia dengan menggunakan Solar Impulse 2. Solar Impulse 2 terbang dari Abu Dhabi dan berhenti di beberapa negara sebelum akhirnya kembali lagi ke Abu Dhabi.
Solar Impulse 2 di atas Piramida Mesir (qz.com)
Keempat mesinnya hanya mengandalkan tenaga surya, yang dikumpulkan melalui panel dengan lebih dari 17.000 sel surya di sayapnya. Sinar matahari diserap pada siang hari kemudian disimpan dalam baterai, yang akan dialirkan sebagai tenaga listrik untuk menerbangkan pesawat pada malam hari.

Conclusion

Selain yang saya jabarkan di atas sebenarnya masih banyak teknologi kendaraan listrik lainnya yang tidak sempat saya bahas.
Yang pasti untuk saat ini faktor kunci yang menjadi hambatan pertumbuhan kendaraan listrik di dunia juga di Indonesia, yaitu teknologi baterai, infrastruktur pengisian daya, dan ketersediaan energi listrik. 
Sumber: wikipedia.org, garasi.id, tirto.id, dw.com, detik.com, kompas.com, britannica.com, transportasi.co, tesla.com, bisnis.com, cnbcindonesia.com, qz.com
Click to Expand