Manusia Itu Adalah Tempatnya Salah Dan Lupa

  • Diterbitkan pada
  • June 09, 2020
  • Diposkan oleh
  • Eka Awaludin
Lokasi: Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Indonesia
Manusia itu adalah tempatnya salah dan lupa. Mungkin kita sering membaca kalimat tersebut di artikel islami atau mendengarnya di program tv yang membahas tentang agama islam. Kalimat tersebut sering menjadi pembenaran diri bagi orang yang melakukan kesalahan dan lupa akan sesuatu. Ada yang bilang kalimat tersebut merupakan terjemahan dari pepatah Arab.
Manusia memang tidak ada yang sempurna, saya pun telah melakukan beberapa kesalahan dalam hidup ini yang akhirnya merugikan diri saya sendiri. Sebenarnya saya ingin lupa, tapi ga bisa.

Penyakit Diabetes

Saya penyuka minuman kemasan berbahan pemanis dan pewarna buatan (waktu dulu mah belum tau kalo minuman itu teh mengandung pemanis dan pewarna buatan). Setiap hari sering beli yang 1 liter, di minum sendirian. Dan akhirnya saya sakit, saya selalu merasa haus dan sering banget buang air kecil. Waktu cek ke lab RSUD buat cek darah ternyata gula darah saya sangat tinggi sekali, sampai 400. Saya juga sempat mengalami rabun dekat, saya udah takut banget dan cek ke dokter mata di RSUD tapi kata dokter saya gapapa cuma selaput mata yang menebal karena gula darah tinggi.
Saya juga sempat mengalami rabun dekat, saya udah takut banget dan cek ke dokter mata di RSUD tapi kata dokter saya gapapa cuma selaput mata yang menebal karena gula darah tinggi.
Setelah berobat gula darah saya normal lagi dan akhirnya penglihatan saya normal kembali, alhamdulillah.
Dan sekarang saya udah stop makan dan minum yang manis-manis, takut memperparah penyakit yang belum bisa di sembuhkan dan di juluki si Silent Killeritu. Setiap bulan saya juga rutin cek ke RSUD untuk berobat dan cek ke lab nya untuk mengetahui kondisi gula darah saya. Nikmat hidup saya telah dikurangi, mungkin karena saya kufur dan tidak pandai bersyukur.

Konten Blog Bukan Original

Tiap pagi saya mengecek trafik blog, tapi setelah liat hasilnya malah tambah bingung dan sedih. Apa harus nyerah aja ya, udah lama ngeblog tapi hasilnya ga memuaskan.
Apa harus nyerah aja ya, udah lama ngeblog tapi hasilnya ga memuaskan.
Kalau blog di paksain buat menghasilkan uang ujung-ujung nya adalah konten yang bukan original, hasil copas sana sini. Suka mencantumkan sumber sih, tapi terkadang saya merasa waswas dan kurang puas, karena konten itu bukan bikinan kita dan bukan dari hasil pengalaman dan pemikiran kita.
Pastinya saya udah rugi waktu, tenaga dan pikiran untuk hal yang tidak jelas.

Conclusion

Saya ingin lupa kalau hidup saya penuh masalah, tapi tanpa masalah tidak mungkin saya menemukan kelemahan hidup saya. Seperti kata pak Mario Teguh, hidup itu harus kuat, luas, besar dan bermanfaat. Yang sederhana itu sikapnya.
Click to Expand