Kisah Kejayaan & Kemunduran Nokia

  • Diterbitkan pada
  • August 25, 2020
  • Diposkan oleh
  • Eka Awaludin
Lokasi: Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Indonesia
Bagi kalian yang masa muda nya berada di tahun 2000-an sampai 2010-an pasti tau yang namanya ponsel Nokia. Waktu itu merek ini sangat mendominasi pasar dan sangat terkenal di khalayak ramai, singkatnya kalau ga pakai Nokia ga gaul. Ponsel pertama saya pun merek nya Nokia, tipe 3310. Waktu itu udah banyak sih ponsel canggih buatan Nokia yang udah pake sistem operasi Symbian, tapi saya baru bisa beli yang monokrom. Walaupun begitu tipe 3310 tetep gaul apalagi di kasih casing transparan, beuh keren banget sumpah bisa nyala kalo di tempat gelap. Dan beberapa waktu yang lalu saya liat di berita tipe 3310 di buat kembali dengan bentuk yang hampir sama namun dengan fitur masa kini. Nokia 3310 Reborn merupakan penanda era baru Nokia, setelah lisensi pembuatan perangkat komunikasinya diambil alih oleh HMD Global.

Mungkin anak-anak jaman sekarang yang mengenal Nokia dari Nokia 3310 Reborn bakalan menganggap kalau Nokia itu adalah merek ponsel sembarangan. Oke, disini saya akan menceritakan tentang awal mula, masa kejayaan dan kesalahan Nokia yang menyebabkan mereka tidak lagi berjaya di pasaran.

Sejarah Awal Nokia

Nokia berasal dari nama sebuah komunitas yang tinggal di sungai Emakoski di negara Finlandia Selatan. Pada awalnya Nokia didirikan sebagai perusahaan penggilingan pulp (bubur kayu) oleh Fredrik Idestam pada tahun 1865.

Pabrik kertas Nokia

Nokia adalah perusahaan yang adaptif, bergerak dalam berbagai bisnis mulai dari kertas, karet sampai elektronik, semua beroperasi di bawah payung Nokia. Awal 1990 mereka sempat mengalami krisis, namun Jorma Ollila yang waktu itu adalah CEO baru Nokia memutuskan agar perusahaan menekuni bisnis telekomunikasi. Hasilnya, telepon GSM pertama kali di dunia muncul di Finlandia tahun 1991.

Kesuksesan Nokia

Pasar telepon seluler global mulai berkembang sangat cepat pada pertengahan 90-an dan Nokia berhasil menjadi nomor satu. Sebanyak 2.100 seri ponsel Nokia mendulang sukses. Target penjualan sebanyak 500 ribu unit berhasil diraih pada 1994. Dengan tenaga kerja sebanyak 54 ribu orang, produk Nokia terjual di 130 negara.

Tahun 1996, mereka muncul dengan ponsel cerdas pertama di dunia. Mereka juga membangun prototipe ponsel layar sentuh serta ponsel berfasilitas internet pada akhir tahun 90-an. Mereka menghabiskan sejumlah besar uang pada penelitian dan pengembangan. Pendek kata, apa yang orang inginkan tentang ponsel, mereka bisa mewujudkan.

Nokia N95

Nokia mencapai masa puncak kejayaannya pada tahun 2007, dengan market share hingga 41%. Pencapaian yang luar biasa, bahkan tak mampu diikuti oleh Samsung setidaknya sampai saat ini. Setelah Motorola, memang tidak ada vendor yang sebesar Nokia dan bertahan lama di puncak. Pada waktu itu mungkin tidak ada orang yang tidak mengenal merek ponsel Nokia.

Kemunduran Nokia

Nokia memang menuai keuntungan besar dari deretan ponsel Symbian. Sistem operasi Symbian membawa Nokia ke puncak kejayaan pada tahun 2007. Di tahun yang sama Google mengumumkan tengah mengembangkan Android secara intensif. Pada waktu itu Android masih belum terkenal dan mendapat penolakan dari berbagai vendor besar, termasuk Nokia. Memang, waktu itu Nokia sedang terlena di puncak kejayaan nya dengan sistem operasi Symbian nya. Di sisi lain pada tahun 2009, iPhone dengan iOS nya telah merevolusi industri smartphone dengan layar sentuhnya yang inovatif.

Perlahan tapi pasti, Nokia pun ketinggalan. Symbian memang diperbaiki, tapi tetap tidak cukup bagus. Chairman Nokia, Risto Siilasma mengusulkan Nokia harus menganalisa bagaimana jika memakai Android dengan dana uji coba mungkin di kisaran jutaan euro. Jumlah yang sangat kecil dibandingkan kekayaan Nokia kala itu. Tapi CEO Nokia ketika itu, Jorma Ollila sama sekali tidak mengindahkan usulan Risto. Tampaknya, Jorma tidak mau mengakui Symbian sudah ketinggalan dan mulai kehilangan peminat.

New Symbian user interface tahun 2011

Setelah mulai ditinggalkan penggunanya Nokia tampaknya mulai menyadari kesalahan nya, mereka mulai melirik sistem operasi alternatif selain Symbian yang sudah usang. CEO Nokia waktu itu, Stephen Elop yang sebelumnya bagian tim dari Microsoft menjatuhkan pilihan pada Windows Phone. Sebenarnya pada awal tahun 2010 Nokia bekerjasama dengan Intel membuat sistem operasi open source berbasis Linux bernama MeeGo. Namun pada bulan februari 2011, Nokia mengumumkan kerjasama dengan Microsoft, dan sejak itu pengembangan sistem operasi MeeGo mulai ditinggalkan karena Nokia memilih untuk lebih fokus terhadap sistem operasi besutan Microsoft, yaitu Windows Phone 7. Tapi smartphone Nokia berbasis Windows Phone tidak mampu bersaing dengan smartphone Android maupun iPhone yang berbasis iOS. Pangsa pasar sudah sangat dimanjakan oleh iPhone dan Android yang memenuhi semua ekspektasi mereka tentang ponsel cerdas. Cepat, berbasis internet, layar sentuh, desain modern dan murah. Konsumen seolah menghukum Nokia karena hanya membuat ponsel yang kurang inovatif. Tiga tahun berselang, Elops akhirnya menjual Nokia ke Microsoft senilai 7,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 96,8 triliun). Dengan akuisisi itu, hak atas nama Nokia di industri smartphone otomatis diambil alih oleh Microsoft.

1 Januari 2014, Nokia akhirnya menghentikan dukungannya terhadap pengembangan dan pemeliharaan perangkat lunak untuk Symbian.

Mencoba Bangkit Kembali

Di pertengahan Mei 2016 Microsoft menjual Nokia seharga Rp 4,6 triliun ke FIH Mobile. FIH Mobile merupakan anak usaha raksasa perakit smartphone Taiwan, Foxconn. Dalam waktu yang berdekatan, Nokia juga mengumumkan telah melisensikan properti intelektual mereka berikut merek “Nokia” ke perusahaan baru, HMD Global.

Nokia 6

Mulai tahun 2017 Nokia perlahan bangkit dan kembali masuk ke gelanggang persaingan ponsel dunia dengan menggandeng Android. Smartphone Android pertama dari Nokia adalah Nokia 6 yang dirilis awal tahun 2017. Selain harus bersaing dengan saingan lama seperti Samsung yang kini semakin berkembang, Nokia juga harus bersaing dengan para pendatang baru asal China yang menghadirkan Smartphone Android berkualitas dan terjangkau seperti Xiaomi dan Oppo.

Sumber: kompas.com, detik.com, republika.co.id, tribunnews.com, selular.id, metropolitan.id, wikipedia.org, hendrikbudiyarto.blogspot.com

Click to Expand