Misteri Gunung Ciremai

  • Diterbitkan pada
  • August 14, 2020
  • Diposkan oleh
  • Eka Awaludin
Lokasi: Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Indonesia
Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat yang merupakan salah satu favorit tujuan pendakian. Gunung Ciremai secara administratif berada di tiga wilayah, yakni Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka. Kunjungan pendaki kerap melonjak saat musim liburan dan dua momen penting yaitu Agustusan dan Tahun Baru. Namun untuk Agustusan tahun ini para pendaki yang ingin menjejakan kakinya di puncak Gunung Ciremai sepertinya harus bersabar dulu, Gunung Ciremai dikabarkan di tutup sementara karena efek pandemi Covid-19. Di balik keindahan dan kemegahan Gunung Ciremai, banyak cerita mistis yang menyelimutinya. Cerita-cerita tersebut berdasarkan dari pengalaman para pendaki maupun dari cerita masyarakat setempat yang menyebar dari mulut ke mulut.

Misteri Bunyi Gamelan

Ini adalah cerita mistis yang sering di ceritakan. Para pendaki sering mendengar bunyi Gamelan di sekitar jalur pendakian. Para pendaki senior dan masyarakat setempat percaya jika suara Gamelan tersebut adalah ulah dari makhluk halus penunggu Gunung Ciremai yang ingin membuat para pendaki tersesat dan keluar dari jalur pendakiannya. Konon jika kita mendengar suara Gamelan tersebut kita harus segera berpegangan dengan teman-teman pendakian kita dan tetap pada jalur pendakian. Jangan sekali-kali mengikuti suara tersebut.

Misteri Tanjakan Bapa Tere

Tanjakan ini sangat terkenal di antara para pendaki. Tanjakan ini adalah trek pendakian sulit yang ada di jalur pendakian Gunung Ciremai via Kuningan. Tanjakan Bapa Tere adalah tebing setinggi 10 meter dengan kemiringan mencapai 80 derajat.

Ada dua alasan kenapa tanjakan ini di namai Tanjakan Bapa Tere. Pertama, karena trek nya yang sangat menantang di ibaratkan seperti kegalakan Bapa Tere (Ayah Tiri) yang tega dan menyiksa. Kedua, konon dahulu ada seorang Ayah yang membunuh anak tiri nya ketika mendaki Gunung Ciremai tepat di tanjakan ini.

Ritual & Pantangan

Injak Bumi 3 Kali

Banyak para pendaki yang melakukan ritual injak bumi 3 kali dan mengucapkan salam sebelum melakukan pendakian ke Gunung Ciremai. Hal ini di percaya sebagai ritual agar tidak di ganggu makhluk halus saat pendakian.

Pantangan Saat Mendaki

Ada tiga pantangan yang tidak boleh di lakukan oleh para pendaki saat mendaki Gunung Ciremai. Pertama, tidak boleh mengeluh. Konon Gunung Ciremai dapat mendengar keluhan kita dan dapat menjadikan keluhan kita menjadi kenyataan dan hal yang paling sering kita temukan saat pendakian. Kedua, tidak boleh buang air kecil dan buang air besar sembarangan. Ketiga, tidak boleh lupa mengucapkan salam setiap bertemu pos istirahat selama perjalanan.

Pengalaman Pribadi

Saya pernah satu kali menjejakan kaki di puncak Gunung Ciremai, waktu jaman masih kuliah. Dari pengalaman saya, aura hutan lebat di sekitar jalur pendakian memang memberikan kesan menakutkan, terutama ketika malam hari. Waktu itu saya mendaki via jalur Apuy bersama beberapa teman saya. Ketika mendaki pada malam hari terasa sekali aura mistis yang membuat bulu kuduk merinding, apalagi ketika saya berada di bagian paling belakang rombongan. Ketakutan saya bukan kepada hal mistis saja, namun juga kepada hewan buas yang ada di Gunung Ciremai seperti Harimau Jawa dan Macan Tutul Jawa. Belakangan saya baru mengetahui kalau Harimau Jawa telah dikabarkan punah sejak tahun 80-an.


Click to Expand