Masa Depan Umat Manusia Yang Santai

  • Diterbitkan pada
  • October 10, 2020
  • Diposkan oleh
  • Eka Awaludin
Lokasi: Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Indonesia
Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja, akhir-akhir ini sangat menyita perhatian masyarakat Indonesia, mengalahkan fenomena Covid-19. Berbagai macam aksi dan reaksi bermunculan, dari mulai berdemo atau hanya menghujat saja lewat media sosial. Saya mengamati melaui program berita di TV, para pendemo berkumpul dan tidak mempedulikan larangan berkerumun. Mereka bahkan melakukan tindakan anarkis yaitu merusak bangunan Publik dan bangunan Pemerintah, serta menjarah barang-barang berharga di dalamnya. Warganet gak kalah ramai, kemarin saya liat di grup Facebook ada sebuah foto meme yang memperlihatkan kalo situs DPR di jual beserta para dewan nya di aplikasi belanja online. Kemudian yang terbaru tentang situs DPR di retas, tampak di foto si hacker mengubah nama Dewan Perwakilan Rakyat menjadi Dewan Pengkhianat Rakyat. Dilansir dari detikcom, memang situs DPR sempat mengalami gangguan beberapa jam tapi tidak ada konfirmasi kalau situs mereka benar-benar di retas. Saya sih mencurigai kalau nama tersebut di rubah menggunakan fitur Incpect Element bawaan browser. 😬

Internet & Generasi Milenial

Ngomongin Internet emang ga akan ada habisnya, saat ini mungkin sebagian besar masyarakat dunia sudah merasakan sensasi berselancar di dunia yang menakjubkan ini. Internet dengan ajaib bisa menghubungkan seluruh dunia dengan perputaran informasi yang sangat cepat. Saya sebagai seorang generasi Milenial menyaksikan dan mengalami sendiri transisi teknologi dari analog ke digital. Seperti mesin ketik manual ke Personal Computer, telepon ke Smartphone, penyimpanan data di kertas hingga ke penyimpanan data di cloud, surat menyurat melalui media kertas hingga ke pesan dan postingan sosial media. Teknologi dan Internet benar-benar telah mengubah wajah peradaban manusia secara sangat signifikan.

Menerawang Pekerjaan di Masa Depan

Sayapun menghela nafas dan pikiran saya mulai menerawang membayangkan akan seperti apa pekerjaan manusia di masa depan. Apakah di masa depan pekerjaan juga bakalan pada pindah ke Internet? Pastinya lah ya, jaman sekarang aja toko-toko, pedagang pasar, penjual sayuran dan makanan udah bisa di pesan pake whatsapp atau aplikasi. Para desainer grafis dan web developer bisa buka lapak gratis dan menawarkan jasa di situs-situs freelance kaya Fiverr dan mereka bisa menjual hasil karya mereka di marketplace digital seperti Envato. Yang punya bakat jadi Influencer bisa bikin konten video di Youtube, menulis di Blogger, foto di instagram dan dapat bayaran dari Adsense atau endorsement. Melamar kerja sekarang bisa santai dari rumah, cukup mengunjungi situs lowongan kerja seperti Jobstreet dan tinggal pilih kerjaan dan perusahaan yang cocok dengan kita.

Saya membayangkan mungkin di masa depan kantor-kantor udah pada virtual, pegawai nya juga bisa kerja dari rumah kalo cuma ngolah data dan informasi doang. Tapi pengolahan data dan informasi ini juga semakin canggih dengan penggunaan Artificial Intellegence atau kecerdasan buatan yang bisa menggantikan manusia. Contohnya aja pekerjaan translator bisa digantikan sama google translate, web desainer tergantikan dengan software pembuat template, desainer logo kalah sama aplikasi logo maker, editor foto dan video tergantikan oleh aplikasi editor di hape.

Pada kenyataan nya pekerjaan tersebut tetap berhubungan dengan aspek praktikal. Namun aspek praktikal ini juga sama-sama mengalami upgrade teknologi yang bisa menggantikan peran manusia. Dari mulai perakitan kendaraan dan barang elektronik, pengolahan makanan, bartender atau pelayan cafe, bahkan supir juga udah pake robot.

Gimana ya jadinya kalau semua pekerjaan digantikan dengan Artificial Intelegence dan Robot. Kira-kira serem apa menyenangkan ya? Kalau seremnya sih kaya di film Matrix, dimana manusia malah jadi pemberontak melawan mesin-mesin cerdas yang jadi penguasa. Di kasus menyenangkan nya ya manusia tinggal santai-santai aja, kan ada robot cerdas yang kerja. Kita tinggal menikmati hasil kerjanya.

Conclusion

Sebenarnya AI dan robot pun ada pembuatnya dan tujuan pembuatannya pasti untuk mempermudah kehidupan manusia. Hilang satu tumbuh seribu, dengan lenyapnya satu bidang pekerjaan akan di barengi dengan munculnya bidang pekerjaan baru sesuai perkembangan jaman.

Click to Expand