Elang Jawa Lambang Negara Republik Indonesia Yang Terancam Punah

  • Diterbitkan pada
  • July 17, 2021
  • Diposkan oleh
  • Eka Awaludin
Lokasi: Indonesia

Elang Jawa, yang mempunyai nama latin Spizaetus Bartelsi adalah elang endemik pulau Jawa. Mereka saat ini terancam punah karena kerusakan habitat, perburuan ilegal, dan penangkapan untuk di perdagangkan sebagai hewan peliharaan.

Elang Jawa Lambang Negara Republik Indonesia

Elang Jawa dipercaya sebagai wujud asli dari lambang Negara Republik Indonesia. Elang Jawa telah ditetapkan sebagai satwa Nasional bersama Komodo dan ikan Siluk Merah melalui Keputusan Presiden Nomor 4 tahun 1993.

Elang Jawa dipercaya sebagai wujud asli dari lambang Negara Republik Indonesia

Ini artinya Elang Jawa adalah satwa liar yang sangat dilindungi. Populasi Elang Jawa yang hidup di alam liar diperkirakan hanya sekitar 300-400 ekor saja dan populasinya menurun dari tahun ke tahun. Cukup mengkhawatirkan sekali bukan.

Deskripsi Fisik

Elang Jawa termasuk elang berukuran sedang yang mempunyai panjang sekitar 60 cm atau 24 in.

Elang jawa terbang di sekitar Gunung Gede Pangrango National Park, Jawa Barat, Jawa, Indonesia by Dubi Shapirovia

Elang Jawa memiliki rentang sayap sekitar 110-130 sentimeter dan berbunyi nyaring. Elang Jawa mempunyai jambul yang khas di atas kepalanya. Panjang Jambul tersebut sekitar 12 sentimeter.

Habitat Elang Jawa

Sebaran burung ini berada di ujung barat (Taman Nasional Ujung Kulon) sampai ujung timur (Semenanjung Blambangan Purwo) Pulau Jawa. Tapi burung ini hanya terbatas di wilayah hutan primer dan daerah peralihan antara dataran rendah dan pegunungan.

Elang Jawa bertengger di sekitar Taman Nasional Gunung Merbabu-Ngagrong, Jawa Tengah, Jawa, Indonesia by Asman Adi Purwanto

Dengan kata lain, burung Elang Jawa hidup di kawasan berlereng. Elang Jawa merupakan pemuncak rantai makanan. Keberadaannya sangat penting untuk menjaga keseimbangan sebuah ekosistem.

Sarang Elang Jawa ditemukan di sisi timur laut Gunung Salak pada pertengahan bulan April 2020 by Taman Nasional Gunung Halimun Salak (IG @halimunsalak_np)

Elang Jawa sering terbang di atas puncak pohon saat cuaca cerah. Mereka biasanya terlihat dan bersarang di sekitar 500-1.000 meter di atas permukaan laut. Namun mereka juga tercatat terlihat di ketinggian 3.000 mdpl. Sebagai burung pemangsa, Elang Jawa sering bertengger di pohon-pohon yang tinggi.

Makanan & Kebiasaan

Elang Jawa memakan mamalia kecil, burung, ular, dan kadal. Mamalia adalah prioritas dalam perburuan mereka dan Mamalia favorit mereka adalah tikus pohon, tupai, kelelawar, tikus dan bahkan musang atau anak monyet. Mereka biasanya berburu dari tempat bertengger. Setelah mengamati dengan seksama mereka biasanya akan menukik ke bawah untuk menangkap mangsanya yang berada di pohon atau di tanah.

Perkembangan & Reproduksi Elang Jawa

Selain masalah kerusakan habitat dan ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Populasi Elang Jawa tidak bisa berkembang cepat karena masa bertelur Elang Jawa sendiri sekitar 1-2 kali dalam 2 tahun dengan jumlah telur hanya 1 butir. Musim kawin Elang Jawa sepanjang tahun dengan periode Mei hingga Agustus. Sarang Elang Jawa biasanya terbuat dari ranting dan dedaunan, dibuat bersama oleh pasangan pada pohon yang tinggi sekitar 20-30 m di atas permukaan tanah di tengah hutan. Elang Jawa merupakan tipe burung monogami yang hanya kawin dengan satu pasangan seumur hidupnya.

Konservasi Untuk Melestarikan Elang Jawa

Karena keberadaannya yang terancam punah, beberapa pihak berusaha melakukan konservasi Elang Jawa. Taman Safari Indonesia, bekerjasama dengan PT. Smelting, perusahaan yang bergerak di bidang peleburan dan pemurnian tembaga, membuat kandang perkembangbiakan Elang Jawa.

Taman Safari Indonesia bekerja sama dengan PT Smelting membuat kandang perkembangbiakan yang diresmikan oleh Direktur TSI Jansen Jansen Manansang (kiri) bersama Mr. Kondo Hiroshi Presiden Direktur PT Smelting. (kedua dari kanan).*/IRWAN NATSIR/PR

Selama ini, Taman Safari Indonesia juga dipandang telah berhasil dalam penangkaran Elang Jawa, dan mempunyai reputasi lebih dari 3 dasawarsa dalam hal konservasi satwa liar.

Conclusion

Semoga sedikit informasi ini bisa memupuk kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian Elang Jawa yang jadi kebanggan bangsa ini di alam liar.

Pranala Luar

  1. "Javan hawk-eagle", wikipedia.org
  2. "Elang jawa", wikipedia.org
  3. "Populasi Elang Jawa Terancam Punah", Irwan Natsir, pikiran-rakyat.com
  4. "5 Fakta Elang Jawa, Burung Legendaris Asal Tanah Jawa yang Terancam Punah", Shani Rasyid, merdeka.com
  5. "Javan Hawk Eagle - Nisaetus bartelsi", eagleencyclopedia.org
  6. "Hampir Punah, Yuk Bantu Lestarikan Elang Jawa", Filantra, kitabisa.com
  7. "Sarang Elang Jawa Kembali Ditemukan di Gunung Salak, Totalnya Ada Delapan", tribunnews.com
  8. "Javan Hawk-Eagle", ebird.org
  9. "Elang Jawa, Javan Hawk Eagle (JHE)", pinhome.id

Donation

431601005478504
Click to Expand