I miss summer when it rains, and miss the rain when summer burns. Perhaps this restlessness is just proof that I’m alive in every season.
Nalungtik jalan kahirupan, ngajugjug jalan anu hade, parentah Gusti jadi pituduh, ngudag rido Allah anu maha agung.
Detik-detik menari, kenangan memudar. Kilatan warna-warni, berpendar di langit kelabu. Tahun berganti, lembaran baru terhampar. Selamat tahun baru, semoga 2025 lebih seru.
Di penghujung tahun, kita menyapa esok hari, dengan hati lapang, dan mimpi baru yang menanti. Semoga perjalanan kita di tahun nanti, secerah fajar, seindah pelangi.
Ada mimpi yang sempat tertunda, tertinggal di tikungan waktu yang memaksa. Namun, asa baru kembali menyapa, menjadi peta mengarungi samudra masa.
Dengan senyuman dan hati yang lapang, mari kita awali hari dengan penuh suka cita, merajut asa untuk masa depan yang gemilang.
Hari baru adalah lembaran putih, siap untuk diisi dengan tinta-tinta pengalaman berharga. Semangat membara laksana api yang berkobar, siap untuk menghadapi tantangan dan meraih mimpi.
Embun pagi, bagaikan kristal bening, bermandikan cahaya, memantulkan kilauan indah bak berlian berserakan di atas permadani hijau.
Mentari pagi, laksana bola emas raksasa, mengintip malu-malu di balik tirai awan. Sinarnya yang lembut, seperti belaian tangan ibu, membangunkan dunia dari tidur lelapnya.
Personal life, science, thoughts, experiences, stories, and ideas.
Blok Kamis RT/RW 05/02, Maja Utara, Maja, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia, 45461
Eka Awaludin 2007-2026.